Agen Poker Terpercaya – Narkoba Dikendalikan Lapas Belum Terima Uang Hasil Penjualan

1467_narkoba-dikendalikan-lapas-belum-terima-uang-hasil-penjualan

Agen Poker Terpercaya

Agen Poker Terpercaya – Masih ingat dengan Ega Halim, warga Jalan Sutumo No 432, Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur?
Ya, warga binaan yang mendekam di Blok T3 Kamar C, Lapas Tanjunggusta ini, ternyata mengendalikan bisnis haram peredaran narkotika jenis sabu.

Dalam menjalankan bisnisnya, Ega dibantu ketiga rekannya. Masing-masing, Antoni (34) warga Jalan Pukat Banting I/Rahayu, Komplek Rahayu Mas No 3-C, Kecamatan Medan Tembung; Danny Tong (51) warga Jalan Waringin No 46 A, Kecamatan Medan Tembung dan Jhonni (35) warga Jalan PWS Gang Sederhana No 5, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah. Seperti yang dilansir oleh Agen Poker Terpercaya Pokercino.net

Kini, ketiga rekan Ega sudah meringkuk di balik jeruji besi sel tahanan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut.
Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sumut, AKBP Hilman Wijaya menyatakan, home industri yang digerebek oleh petugas di Jalan Pukat Banting I/Rahayu, Komplek Rahayu Mas No 3-C, Kecamatan Medan Tembung ini, baru beroperasi satu setengah bulan.

“Satu setengah bulan operasi itu berdasarkan pengakuan dari ketiganya (rekan Ega),” kata Hilman, Kamis (29/09/2016) siang.
Ditanya omzet yang diperoleh dari home industry itu, Hilman mengaku masih mendalaminya. Sebab, kata Hilman, ketiga rekan Ega yang meracik sabu itu, sama sekali belum menerima uang hasil penjualan.

Artinya, memang Ega semuanya yang mengendalikan bisnis haram tersebut. Mulai dari memesan bahan baku, menjualnya hingga menerima uang dari pembeli. “Waktu kami gerebek kemarin, mereka ada masuk kulkas baru. Itulah (kulkas) yang untuk menyimpan bahan baku (membuat sabu) itu,” ujar Hilman.

Dia menambahkan, kulkas baru yang masih berplastik itu, dijadikan untuk menyimpan bahan baku membuat sabu. Seperti metanol, cairan Hcl, cairan Eter, cairan tinner dan serbuk tepung. Semua bahan baku membuat sabu itu, dipesan melalui transaksi online.

Lalu, darimana Ega dapat memesan bahan baku itu melalui transaksi online. Hilman menyebut, pihaknya telah berkordinasi dengan petugas Rutan Tanjunggusta. Namun Hilman berdalih, hasil kordinasi yang diperoleh dari Rutan Tanjunggusta, hanya jawaban normatif. “Kita enggak tahu, darimana Ega itu bisa memesan bahan baku tersebut. Dari hp atau laptop atau android, kita belum tahu. Tapi yang pasti, kita sudah kordinasi dengan petugas Rutan Tanjunggusta,” kata Hilman.

Menurut Hilman, Ega sudah dipulangkan ke Rutan Tanjunggusta, sepekan yang lalu. Sementara, ketiganya masih ditahan oleh Ditresnarkoba Polda Sumut guna pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, setelah barang itu dipesan melalui transaksi online, oleh Ega kemudian dikomunikasi kepada Jhonni agar dapat mengambil bahan baku untuk membuat sabu tersebut.
Kemudian oleh Jhonni, dikomunikasikan kepada Danny dan Antoni. “Atas adanya informasi dari masyarakat, Polda Sumut melakukan penggerebekan di rumah Toni (Antoni),” kata Rina kepada wartawan di Mapolda Sumut, Senin (5/9) lalu.
Rina juga menceritakan kronologis singkat cara pembuatan sabu tersebut. Menurut dia, tepung dan cairan metanol itu diaduk menjadi satu. Setelah berhasil menyatukan larutannya, kemudian dimasak dengan menggunakan kompor listrik. Selanjutnya, hasil yang dimasak itu kemudian disaring.

Menurut Rina, cairan hasil yang disaring berwarga orange itu nantinya akan menjadi sabu siap isap.
“Cairan itu yang dikeringkan yang hingga akhirnya menjadi sabu. Ada beberapa botol (isi cairan) itu yang kita amankan,” kata Rina.

Dalam pengungkapan ini, polisi mulanya tak mengetahui jika Ega merupakan dalang untuk memerintahkan rekannya meracik sabu. Rina bilang, Danny dan Jhonni yang pertama kali diciduk pada Selasa (30/08/2016) lalu, jam 17.30 wib. Dari keduanya, polisi merasa tak berpuas diri. Sebab, polisi terus melakukan penyelidikan dan pengembangan. “Saat digerebek, mereka sedang melakukan aktifitas (membuat sabu). Ada barang bukti yang digunakan untuk mengolah dan memasak sabu. Dari TKP satu, tim bergerakke TKP kedua,” sambung perwira menengah ini.

Mantan Kapolres Binjai ini melanjutkan, TKP kedua di Jalan PWS, Gang Sederhana No.5, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah. Itu merupakan kediaman Jhoni. “Semuanya barang-barang ini milik tersangka Jhonni,” tambah Rina.
Dalam penggerebekan terhadap home industri sabu ini, Polda Sumut menyita ratusan alat-alat serta cairan bahan pembuat sabu.
Disoal siapa pemodalnya, Rina bilang, pihaknya masih mendalaminya. Begitupun, bilang Rina, kalau Ega memesan bahan baku melalui internet itu senilai Rp5,3 juta.

Menurut Rina, para pelaku sepertinya sudah sering membuat sabu. Sebab, mereka memahami betul dan jaringannya sampai ke Lapas Tanjunggusta. “EH (Ega) merupakan kasus sama, narkoba juga. Sampai sejauh ini baru kali ini pengakuan mereka, tapi masih terus dilakukan pendalaman. Bisa diduga barang (cairan warga orange) dikirimkan ke Lapas. Cairan itu tadilah yang akan dikeringkan dan siap menjadi sabu. Cairan itu juga sudah mengandung zat methametamine,” tandas Rina. (AT)

 

Agen Poker Terpercaya

– Write By –

Pokercino.net

You may also like...

Leave a Reply